Kesehatan Reproduksi Perempuan Jangan Dianggap Remeh, Begini Kata Dokter Siloam Hospitals Balikpapan

Vitrianda Hilba Siregar
.
Jum'at, 22 April 2022 | 14:01 WIB
Siloam Hospitals Balikpapan mengadakan sesi edukasi mengenai kesehatan reproduksi wanita sekaligus dalam rangka Hari Kartini 21 April 2022. (Foto: Ist)

Tak hanya itu, bahaya narkoba dan penggunaan minuman keras dapat berpengaruh. “Biasanya penggunaan narkoba dan miras dapat membuat pikiran menjadi kacau, ya. Dari beberapa kasus yang ditangani, setelah (minum) miras, itu bisa saja melakukan hubungan seksual dan terjadi kehamilan di luar nikah,” tuturnya.

Media sosial pun juga dapat memberikan dampak negatif dan misinformasi dalam hal mengenal sistem reproduksi, terutama bagi anak-anak di bawah umur. Maka dari itu, mengenal dan menjaga kesehatan reproduksi merupakan edukasi yang penting dan perlu disosialisasikan kepada masyarakat.

Jika tidak dijaga dengan baik, maka dapat menimbulkan berbagai penyakit yang berpengaruh pada organ reproduksi. Beberapa penyakit di antaranya, yaitu gonore dengan gejala rasa sakit saat buang air kecil dan mengeluarkan nanah. 

Sifilis atau raja singa, penyakit menular seksual dengan gejala yang samar, salah satunya dapat diketahui jika terdapat luka lecet pada alat kelamin. Herpes kelamin yang ditandai dengan nyeri dan luka pada alat kelamin. Klamidia yang ditandai dengan keputihan berlebihan dan bercak darah.

Selain penyakit menular seksual tersebut, dr. Noviana juga menyebutkan beberapa penyakit lainnya, “Pastinya HIV dan AIDS, tumor, miom (tumor di rahim), kista, dan kanker serviks.” Ucap dr. Noviana.

Follow Berita iNews Baritoinfo di Google News

Halaman : 1 2 3
Bagikan Artikel Ini