Polda Kalbar Kirim Tim Investigasi Selidiki Dugaan Oknum Brimob Tembak Warga di Kebun Sawit

antara
.
Rabu, 01 Juni 2022 | 09:37 WIB
Polda Kalimantan Barat  (Kalbar) mengirim tim investigasi menyelidiki peristwa bentrok warga dengan anggota Brimob yang terjadi di perkebunan sawit. (Foto: Ist)

PONTIANAK - Polda Kalimantan Barat  (Kalbar) mengirim tim investigasi menyelidiki peristwa bentrok warga dengan anggota Brimob yang terjadi di perkebunan sawit di Desa Segar Wangi, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang. Bentrokan terjadi pada 28 Mei 2022, lalu.

"Tim ini kami turunkan kemarin untuk melakukan investigasi dan menelusuri kronologi kejadian. Kalau memang ada kesalahan prosedur dan ada anggota kami yang terbukti bersalah maka akan ditindak sesuai dengan ketentuan," kata Komandan Satuan Brimob Polda Kalbar Kombes Pol. Muhammad Guntur di Pontianak, Selasa (31/5/2022).

Brimob Polda Kalbar saat ini menerjunkan tim investigasi dengan menugaskan Kasi Provost turun langsung ke lokasi kejadian.

Mengenai keberadaan anggota Brimob di lokasi perusahaan perkebunan itu, dia menjelaskan, keberadaan personel Brimob di perusahaan itu sesuai dengan tugas pokok Polri, yakni menjaga kamtibmas, penegakan hukum, memberikan pengayoman, perlindungan, serta pelayanan kepada masyarakat.

"Berdasarkan tugas pokok itu, perusahaan minta bantuan pengamanan kepada kami karena diduga banyaknya kasus pencurian atau penjarahan sawit di perusahaan tersebut. Berdasarkan hal itu, anggota kami berada di perusahaan untuk melakukan pengamanan," katanya.

Ia menegaskan tidak secara tiba-tiba anggota Brimob menerima permintaan dari perusahaan. "Iya tidak ujuk-ujuk (tiba-tiba) juga kami menerima permintaan tersebut. Sebelumnya kami telah mengecek perusahaan sawit itu, apakah (penanganan massa) sudah sesuai aturan atau tidak," ujarnya.

Kalau sudah sesuai aturan, katanya, kemudian dari Polri memberikan atensi karena ada permintaan tersebut. Setelah itu baru menerjunkan personel Brimob untuk melakukan pengamanan.

Kehadiran personel Brimob ke perusahaan tersebyt, menurut dia, itu resmi melakukan pengamanan. "Ada surat perintahnya, tidak liar, dan tidak semau kami sendiri," tandasnya.

Halaman : 1 2
Bagikan Artikel Ini